Merasa Dipojokkan Melalui Pemberitaan, Oknum Kepsek SMK 2 Kutacane Akhirnya Lapor Balik Dugaan Perselingkuhan Pelapor Dengan Istrinya -->

Kategori Berita

Iklan

Merasa Dipojokkan Melalui Pemberitaan, Oknum Kepsek SMK 2 Kutacane Akhirnya Lapor Balik Dugaan Perselingkuhan Pelapor Dengan Istrinya

14 Agustus 2026

medantalktv

Aceh Tenggara | Menanggapi berkembangnya pemberitaan miring soal dugaan penganiayaan Oknum Kepsek SMK 2 Kutacane, initial "MW" oleh pelapor yang akhirnya diketahui berinitial "NK" akhirnya buka-bukaan soal dugaan kasus penganiayaan tersebut.


Kepada awak media, Medan Talk TV, Jumat siang (13/08/2026) di salah satu cafe seputaran Kota Kutacane, Oknum Kepsek SMK 2 Kutacane akhirnya berterus terang bahwa hal ini dipicu akibat terbongkarnya dugaan perselingkuhan pelapor "NK" dengan istrinya sendiri. Dan sudah melaporkan hal ini ke Mapolres Agara, pada Kamis (12/08/2026) ungkap Oknum Kepsek SMK 2 Kutacane.


Sebenarnya saya sangat berat hati untuk melaporkan hal ini, tetapi karena saya lihat, bahwa saya sudah merasa dipojokkan akibat pemberitaan dugaan penganiayaan yang sebelumnya telah dilaporkan pelapor "NK", yang berprofesi seorang Guru di  SDN 1 Bunga Melur persisnya 2 bulan lalu, pada tanggal 15 Juni 2026 lalu dan telah viral beritanya dua hari terakhir ini membuat saya nekat membuat laporan balik sebagai laporan tandingan, tapi dengan kasus yang berbeda, yakni dugaan perselingkuhannya dengan istri saya sendiri.


Akui Oknum Kepsek SMK 2 Kutacane, ketika dirinya dilaporkan atas dugaan penganiyaan tersebut, upaya kooperatif telah saya tunjukkan ke pihak kepolisian bahwa saya siap menerima konsekuensi apa pun dan solusi dari pihak kepolisian, makanya pihak polisi tidak serta merta menahan saya, rinci MW.


Seiring berjalannya waktu, rupanya ada sejumlah keinginan pelapor NK yang meminta saya agar tidak menyeret-nyeret perihal ini ke dugaan perselingkuhannya dengan istri saya, serta mengharuskan saya membayar hingga belasan juta rupiah sebagai mahar damai, makanya upaya damai dugaan penganiayaan yang saya lakukan, saya tolak mentah-mentah, makanya dia viralkan pemberitaan dugaan penganiayaan itu ke media sosial.


Saya rasa apa yang dia lakukan beserta istri saya sangatlah tidak manusiawi, upaya dugaan mengitimidasi saya serta dugaan pemerasan mereka lakukan hanya untuk menutupi aib dugaan perselingkuhan, sementara sejumlah alat bukti perselingkuhan telah saya kantongi dan sudah saya tunjukkan ke pihak kepolisian, tandas Oknum Kepsek MW.


Jadi saya berharap melalui pemberitaan ini masyarakat dan publik mengetahui apa yang saya lakukan semata-mata hanya demi kebenaran bukannya pembenaran dan tidak terkalah penting sebagai warga yang taat hukum saya sudah sangat kooperatif, karena saya yakin akhirnya hukum itu akan tegak seperti panglima, harap Oknum Kepsek SMK 2 Kutacane, MW.


(rky)