Warga Lubuk Pakam Resah, Judi Tembak Ikan hingga Slot Diduga Milik Ahing Disebut Merusak Ekonomi Keluarga dan Picu Kriminalitas -->

Kategori Berita

Iklan

Warga Lubuk Pakam Resah, Judi Tembak Ikan hingga Slot Diduga Milik Ahing Disebut Merusak Ekonomi Keluarga dan Picu Kriminalitas

02 Juni 2026

Warga Lubuk Pakam Resah, Judi Tembak Ikan hingga Slot Diduga Milik Ahing Disebut Merusak Ekonomi Keluarga dan Picu Kriminalitas


Lubuk Pakam – Warga mengeluhkan aktivitas perjudian dengan berbagai jenis permainan seperti tembak ikan, mesin dindong, slot, bola putar, hingga dadu yang diduga beroperasi di Jalan Tengku Fachrudin, Desa Tanjung Garbus Satu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang (02/06/2026).


Keberadaan lokasi perjudian tersebut disebut-sebut telah lama beroperasi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai aktivitas tersebut berdampak buruk terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga serta berpotensi memicu tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.


“Sejak ada judi milik Ahing, barang di rumah habis dijual. Handphone anak pun sudah digadaikan untuk berjudi dadu di sana,” ungkap warga kepada awak media.


Keluhan serupa juga disampaikan Linda, warga Desa Tumpahan Nibung. Ia mengatakan masyarakat mulai merasa tidak nyaman dengan keberadaan lokasi perjudian yang diduga semakin bebas beroperasi.


Menurut (LD), sejak aktivitas perjudian tersebut berkembang, kasus kehilangan barang di lingkungan sekitar juga kerap terjadi. Mulai dari tabung gas, alat pertanian hingga hasil tanaman yang hampir memasuki masa panen dilaporkan hilang.


“Sering kehilangan barang. Tanaman juga hilang padahal mau panen. Ini bukan hanya soal judi, tapi juga bisa memicu kejahatan lain,” ujarnya.


Selain itu, (LD) mengungkapkan adanya isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan keterlibatan oknum tertentu yang disebut membekingi aktivitas perjudian tersebut. 


medantalktv



Sementara itu, seorang tokoh agama yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) masjid yang berada tidak jauh dari lokasi perjudian meminta agar tempat tersebut segera ditutup.


Menurutnya, keberadaan arena perjudian sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami berharap tempat perjudian itu segera ditutup karena sangat meresahkan masyarakat dan memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan sekitar,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.


Warga juga mengaku khawatir karena praktik perjudian tersebut dinilai semakin berani beroperasi secara terbuka. Bahkan, beredar informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap jurnalis yang melakukan peliputan terkait aktivitas perjudian tersebut.


Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pengelola maupun pihak yang bertanggung jawab atas operasional lokasi perjudian tersebut.


“Warga hanya ingin lingkungan kembali aman, nyaman, dan terbebas dari aktivitas yang merusak kehidupan masyarakat,” tutup (LD)


Sampai saat ini pihak Polsek dan polres tidak ada mengambil tindakan diduga tutup mata terkait tempat perjudian ini.


(Red)